Pilih Cicil Perumahan atau Membeli Rumah Tunai? Ini Faktanya

Salah satu yang cukup membingungkan ketika membeli rumah adalah mengenai pembayaran. Biasanya orang-orang akan merasa bingung apakah ingin membeli rumah secara tunai atau cicilan melalui KPR. Sebagai contoh jika Anda ingin membeli rumah dijual di Semarang, pertama kali yang dipikirkan adalah mengenai pembeliannya.


Sebenarnya, membeli rumah baik secara tunai maupun cicilan sama-sama memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dan kekurangan tersebut cukup berimbang dan memang cukup membingungkan bagi pemula. Namun jika mempertimbangkan beberapa hal, memutuskan urusan pembayaran dalam membeli rumah bisa lebih mudah.

4 Fakta Mengenai Sistem Pembayaran Rumah

Berikut fakta-fakta mengenai sistem pembayaran dalam pembelian rumah.

1. Sama-sama murah namun dari sudut pandang berbeda

Baik memilih pembayaran tunai maupun cicilan memiliki keuntungan tersendiri bagi pembeli. Salah satunya adalah sama-sama murah dan menguntungkan namun dari sudut pandang yang berbeda.

Membayar tunai bisa menguntungkan dan mendapat harga murah jika melakukan negosiasi dengan baik. Lagi pula, pengembang lebih menyukai mereka yang ingin membeli properti secara tunai karena bisa dengan cepat mengembangkan bisnis lainnya. Pengembang bahkan biasanya menyediakan cash back atau potongan harga langsung bagi pembeli dengan sistem tunai.

Sistem cicilan biasanya dianggap lebih mahal karena adanya bunga yang harus diberikan. Namun cicilan lebih meringankan karena tidak membutuhkan biaya besar. Jika uang muka besar, maka cicilan lebih murah. Selain itu, bisa juga rumah tersebut disewakan terlebih dahulu sehingga uang hasil sewa bisa dibayarkan untuk cicilan.

2. Sama-sama memiliki kekurangan

Keduanya sama-sama memiliki kekurangan. Kekurangan sistem tunai adalah membutuhkan dana besar dan jika pengembang bermasalah maka resiko secara material yang diterima juga besar. Dengan melihat hal ini, membeli tunai cocok bagi yang sudah berpengalaman dalam jual beli rumah.

Sedangkan membeli rumah secara KPR memiliki kekurangan seperti lama cicilan yang lama, bunga yang besar serta risiko rumah disita jika tidak melakukan pembayaran cicilan. Cicilan rumah cocok bagi yang sudah berpenghasilan tetap namun tetap ingin membeli rumah dengan cara yang lebih ringan.

3. Proses transaksi secara tua lebih cepat

Proses transaksi secara tunai lebih cepat dilakukan karena pembayaran langsung kepada pengembang. Sedangkan pembayaran melalui KPR masih memerlukan negosiasi dengan pihak ketiga yaitu bank.

Namun meskipun melalui bank, hal ini bisa menjamin bahwa pengembang bisa dipercaya. Alasannya yaitu pihak bank hanya akan bekerja sama dengan pengembang terpercaya. Dengan demikian, Anda juga bisa bertanya-tanya mengenai pengembang dengan bank ketika memproses pembelian rumah melalui KPR.

Untuk menemukan sistem pembayaran yang pas, sebaiknya dipilih sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan saat ini. Pastikan juga untuk tetap membaca perbedaan syarat ketentuan antara keduanya. Pilihlah sistem pembayaran yang dirasa sesuai dari berbagai pertimbangan yang ada.